Semangat pluralisme di
Rasisme hampir tidak di temukan dalam tradisi masyarakat .Namun penurunan semangat pluralisme dipicu oleh tidak adanya perubahan visi selama proses transisi dari rezim otoritarian ke sistem yang terbuka.
Masalah sosial yang semula diselesaikan dengan kekerasan negara berubah menjadi penyelesaian secara mekanisme sosial masyarakat.Bila basis kultural tidak di kendalikan visi yang jelas,akan membuat kohesivitas masyarakat renggang.
Melemahnya visi kebangsaan
Ketidakjelasan visi keindonesiaan membuat agama menjadi tempat pelarian.identitas agama di nilai mampu memberi arah bagi kehidupan bernegara dan berbangsa.
Di negara-negara yang sistemnya kuat, hukum di kedepankan sebagai solusi atas berbagai masalah bangsa .Namun lemahnya penegakan hukum di
Presiden dan pemerintah seharusnya memberi visi baru bagi masyarakat.Kebhinekaan yang dulu di maknai secara otoriter harus di bangun kembali dengan visi sosial yang mampu menumbuhkan solidaritas masyarakat secara mandiri tanpa di atur negara.
Tokoh masyarakat,baik tokoh agama,sosial,maupun politik,seharusnya memberi visi baru keindonesiaan ini.Mereka seharusnya lebih banyak mendengar aspirasi masyarakat .Namun justru hal ini jarang dilakukan karena masing-masing pihak lebih berorientasi mengejar kepentingan politik sendiri.
DI GUBUK KURA KURA ITU BANYAK TIKUS [ Rakyat menjadi Tumbal ]
-
Kau memohon membungkuk meminta bagaikan pengemis Walau tanganmu kotor dan
mulutmu najis Kau paksa rakyat menjadi bayangan tikus Karena kau di pilih
ole...
11 tahun yang lalu





Tidak ada komentar:
Posting Komentar