***Napuran tano tano ma ninna ranging mar siranggongan, badanta padao dao tondi tai ma mar singonggoman.***

30/06/09

Marbun Community Reborn


Generasi yang membumbung tinggi bagaikan rajawali mengepakkan sayapnya di alam cakrawala. Mengelilingi dunia yang terdampar dalam suasana, mengarungi cakrawala yang beradu dengan badai.Terbang tinggi dengan semagat persaudaraan, menelan semua kepahitan dengan rasa peradaban yang melahirkan kasih akan perbedaan.

Marbun Community merupakan Raja segala pahlawan yang merangkul perbedaan dengan pendekatan.Menunjuk dengan jari tangan, bertindak dengan hati,dan berbicara dengan perbuatan.Tiada kata yang tidak berasal dari hati, karena segala sesuatunya terpikir untuk sesuatu rencana yang indah bagaikan matahari membenamkan wajahnya di ufuk barat.Generasi yang memancarkan kelemahlembutan dalam setiap sikap penuh kemegahan .Menilai segala sesuatunya berharga tanpa prahara.

Jejak langkahya mendengungkan kemenangan dan kepastian. Keragu-raguan hanya sebatas senyum dan tangisan.Mengusung keyakinan dengan taburan nyanyian.Nyanyian yang membangunkan kedamaian dalam hati yang tertambat dalam ujung kematian.Berkabung takkan pernah menghampiri karena hati telah mengalirkan air kehidupan dari tanah kegirangan.

Mendung tidak akan memghampirinya.Badai tidak akan menghentikan langkahnya. Singa padang gurun akan tunduk padanya. Senyumnya membuai rasa dan asa hingga terjalin suasana. Suasana yang lahir dari sebuah generasi penuntun hati bagaikan laksana.Matanya tajam membunuh kegagalan dengan perisai kemenangan dihimpun dari perjuangan yang berasal dari air kehidupan.Kesombongan dan kecongkakan tidak pernah berakar di dalam hatinya.Segala sesuatunya punya nilai dan madu di setiap kelopak kehidupan,itupun dilakoninya dengan saling menghargai setiap insan.

Menari Dengan Alunan Angin

Menari bersama alunan angin membawa penyegaran di atas cakarawala dan menimbun segala hikmat yang melekat di atas badai.Angin segar menyerap setiap orang yang menari bersama angin pembawa penyegaran.Penyegaran yang lahir dari setiap jejak langkah di dalam tarian.Memanjakan dengan berbagai senyuman penuh makna.Menusuk dengan lembut lewat untaian kata-kata,yang tersembunyi di dalam tarian.Tatapan mata,menilik asa,menerobos sukma hingga ke dalam yang tidak terjamah oleh cinta.

Tarian indah beradu dengan awan yang menyelimuti hasrat menuju kesejukan beralaskan damai yang tidak tergoyahkan.Setiap dentingan dendang meneriakkan pesan kedamaian.Kedamaian akan arti sebuah pengorbanan dari kobaran peperangan batin.Suasana mendekam ketika sang pemusnah menampakkan geram yang tiada berasa.Menakuti setiap insan yang mau di bohongi dengan karma dan dunia prahara.Tetapi ketakutan tidak selamanya menguasainya,karena sesungguhnya hal itu mengurangi akan kuasa yang lahir dari keyakinan dan kebenaran.

Barisan kemenangan demi kemenangan akan menghampiri setiap hati, dimana di dalamnya ada sejuta keyakinan yang lahir dari kuasa yang berasal dari kebenaran.Menuai senyuman dan buah kesuksesan dari dahan yang tumbuh dari bibit kebenaran.Betapa indahnya damai terus mengalir sekalipun di dalam dunia kegeraman.Manusia yang lemah terkulai dan terperanjat seakan-akan itu semua adalah warisanya. Itu bukan warisannya,tetapi mereka menganggap itu warisanya, karena mereka menjauh dari kuasa yang lahir dari kebenaran.

Menari dalam pesta kemenangan,bergembira ria dalam setiap jamuan yang di suguhkan. Menikmati arti sebuah kemerdekaan yang tercipta dari penderitaan.



~Aman Lumban Gaol~


Read More...... Read More......

16/06/09

Kesempunaan itu ada


“Haruslah kamu sempurna sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

(2Kor 8:1-9; Mat 5:43-48)




“Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Mat 5:43-48), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Kita semua kiranya memiliki ‘musuh’, dan kalau mengatakan tidak memiliki ‘musuh’ hemat saya berarti bohong atau menipu diri. Apa yang saya maksudkan ‘musuh’ disini adalah segala sesuatu yang tidak berkenan di hati kita, tidak sesuai dengan selera pribadi kita, entah itu manusia, binatang, tanaman atau harta benda., makanan atau minuman. “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menaganiaya kamu”, demikian sabda atau ajaran Yesus.. Maka marilah kita hadirkan atau kenangkan apa atau siapa saja yang menjadi ‘musuh’ kita dan kemudian kita kasihi. Ingatlah dan hayatilah bahwa semuanya diadakan atau diciptakan dalam dan oleh kasih serta dapat tumbuh berkembang karena dan dalam kasih, maka dekatilah, perlakukan dan nikmati semuanya dalam kasih atau oleh kasih. Sebagai contoh adalah makanan dan manusia: (1). Dalam hal makanan hendaknya berpedoman pada sehat dan tidak sehat bukan enak dan tidak enak, artinya apa yang sehat meskipun tidak enak hendaknya dinikmati atau dimakan. Enak dan tidak enak hanya terasa sesaat di lidah saja, maka jika tidak enak langsung ditelan saja, percayalah Tuhan telah menganugerahi ‘alat penggiling/pengolah’ makanan maka langsung telan saja pasti sehat. (2) Manusia diciptakan dalam dan oleh kasih, manusia adalah ‘buah kasih atau yang terkasih’, maka dekati, sapa dan perlakukan dalam kasih pasti akan menjadi mendekat dan menjadi sahabat. Binatang buas pun ketika didekati atau diperlakukan dalam dan oleh kasih dapat menjadi sahabat, apalagi manusia sebagai ciptaan terluhur, termulia dan yang diciptakan sebagai gambar atau citra Allah. Secara khusus terhadap rekan sesama manusia jika merasa enggan atau berat mendekati, mulailah dengan mendoakannnya; demikian juga jika tidak ada kemungkinan untuk bertemu atau bertatap muka “berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu”, doa merupakan salah satu cirikhas hidup beriman atau beragama.

· “Maka sekarang, sama seperti kamu kaya dalam segala sesuatu, — dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahuan, dalam kesungguhan untuk membantu, dan dalam kasihmu terhadap kami — demikianlah juga hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih ini” (2Kor 8:7). “Hendaknya kamu kaya dalam pelayanan kasih”, inilah kiranya nasehat yang harus kita laksanakan di dalam hidup sehari-hari. Pelayanan kasih dapat kita wujudkan dalam iman, dalam perkataan, dalam pengetahun atau dalam kesungguhan untuk membantu. Dalam iman kita dapat bertukar pengalaman atau bercurhat dalam iman, pengalaman penyerahan diri kita seutuhnya kepada Tuhan dalam dan melalui hidup sehari-hari. Sharing iman ini kiranya dapat kita wujudkan melalui atau dengan tindakan maupun perkataan. Dalam pengetahuan berarti kita dipanggil untuk saling membagikan pengetahuan yang kita miliki kepada sesama atau saudara-saudari kita, serta dapat kita laksanakan dalam atau selama belajar maupun bekerja. Sedangkan ‘dalam kesungguhan untuk membantu’ kiranya dapat kita wujudkan dimana saja dan kapan saja, terutama bagi mereka yang sungguh memerlukan bantuan. Iman, perkataan, pengetahuan maupun kesungguhan untuk membantu semakin diberikan kepada orang lain tidak akan berkurang atau habis, melainkan sebaliknya akan semakin diperkaya dan diperkuat atau diperdalam. “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya” (2Kor 8:9), demikian sharing pengalaman iman Paulus. Marilah kita saling memperkaya, memperdalam dan memperkuat iman, pengetahuan maupun kesungguhan untuk membantu dengan saling memberi maupun menerima. Hendaknya tidak menjadi ‘katak dalam tempurung’, merasa damai dan tenteram tetapi sebenarnya takut dan merasa terancam.



“Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya: Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya, yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, yang memberi roti kepada orang-orang yang lapar. TUHAN membebaskan orang-orang yang terkurung, TUHAN membuka mata orang-orang buta, TUHAN menegakkan orang yang tertunduk, TUHAN mengasihi orang-orang benar “(Mzm 146:5-8)




Read More...... Read More......

05/06/09

Teruslah berseru



Matius 15:21-28 “Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?” (Lukas 18:7a)

Berdoalah sampai sesuatu terjadi…

Banyak orang datang kepada Yesus untuk menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan mereka tetapi tidak semua orang dapat bertahan dalam menanti jawaban Tuhan. Apalagi jika harus melewati tantangan... tantangan waktu, harga diri, atau pun orang-orang dekat yang nampak sama sekali tidak mendukung. Hal-hal ini dapat membuat kita patah semangat, memilih untuk mundur bahkan mungkin mulai berpikir untuk mencari jalan keluar… selain Yesus.

Wanita Kanaan dalam Matius 15:21-28 memiliki pergumulan berat. Dia adalah seorang wanita yang berasal dari bangsa yang tidak percaya kepada Yesus. Tetapi waktu dia mengetahui Yesus ada didaerahnya, wanita ini datang dan mulai berseru kepada Yesus. Hanya satu yang dia inginkan, yaitu anaknya sembuh. Tetapi tidak semudah yang mungkin dia bayangkan… karna ternyata, Yesus sama sekali tidak menjawab seruannya… bahkan mungkin saja saat itu Yesus tidak menengok sedikit pun pada wanita ini. Ditambah lagi dengan sikap murid-murid yang malah meminta Yesus agar menyuruh wanita ini pergi, karena merasa terganggu dengan teriakannya.
Hari-hari ini, disaat kita mengalami pergumulan berat, terkadang justru hadir orang-orang yang sepertinya bisa memberi jalan keluar, tetapi sesungguhnya mereka sementara membuat kita menjadi lemah dalam pengharapan kepada Tuhan. Tanpa disadari sikap dan keinginan mereka sebenarnya bertujuan untuk meminta kita berhenti saja berharap dan lebih baik mencari jalan keluar yang lain yang lebih aman tanpa harus capek berseru-seru kepada Tuhan, karena masalah yang kita hadapi sangat besar dan seakan mustahil untuk terus berharap kepada Tuhan dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menanti. Ya! Orang-orang tersebut seperti murid-murid Yesus yang sebenar merasa terganggu “kenyamannya” karena melihat keteguhan wanita ini dalam menanti pertolongan Tuhan.

Namun diperlakukan demikian tidak membuat wanita ini berhenti, bahkan disaat Yesus sendiri menyatakan bahwa Dia datang hanya untuk umat Israel pun, tetap membuat wanita ini pantang mundur (ayat 24). Dia malah semakin mendekati dan menyembah Yesus sambil berkata “Tuhan, tolonglah aku”. Tetapi Yesus malah menjawab “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Seakan Yesus mau mengatakan, “kuasa yang ada pada-KU ini hanya untuk "anak-anak" yaitu mereka yang pantas menerimanya, sedangkan kamu itu hanyalah seekor anjing. Pantaskah Aku memberikannya kepadamu?”

Sebenarnya inilah titik dimana wanita ini harus mundur dan berhenti berharap. Karena Yesus sendiri sudah mengatakan bahwa “tidak patut” engkau mendapat pertolongan itu, karena yang ada pada-Ku milik “anak-anak” dan bukan “anjing”.

Namun perkataan yang sangat “menghinakan” itu diterima olehnya bahkan dengan merendahkan dirinya ia berkata “ benar Tuhan, namun ANJING ITU makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya”(ayat 27).

Perhatikan, perkataan wanita ini “ANJING ITU!”. Seakan dialah anjing itu yang bersedia memakan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya, dan percaya bahwa walaupun hanya remah-remah… tetapi kalau itu berasal dari Yesus maka itu pun akan sanggup untuk menjawab apa yang menjadi kebutuhannya.
Wanita ini bersedia merendahkan dirinya karena dia memiliki iman yang sungguh bahwa Yesus sanggup untuk menjawab pergumulannya. Dia tidak mudah menyerah, dia tidak mundur, dan tidak pergi sebelum pergumulannya terjawab.

Dan akhirnya Yesus mengakui keteguhan wanita ini, kemudian berkata “ Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.”

Saudara, sampai sejauh mana engkau berseru kepada Tuhan untuk pergumulan yang sedang engkau hadapi? Dan ketika engkau merasa banyak orang tidak mendukungmu untuk terus berharap, bahkan mungkin Yesus pun seakan “tetap diam.” Apa yang engkau lakukan? Mundur… kecewa… dan tidak mau lagi berharap???

Kalau wanita Kanaan yang berasal dari bangsa yang tidak percaya saja bisa menyentuh hati Yesus karena keyakinan dan keteguhannya, apalagi kita yang adalah anak-anak-Nya yang telah ditebus dengan darah-Nya yang kudus. Tidakkah ia akan menjawab seruan doa kita.?
Jangan pernah berhenti berseru… sampai Dia memberikan belas kasihan-Nya dan menjawab doamu.(PN)

Disadur dari:




Read More...... Read More......

04/06/09

The Holy Spirit & Soul Winning


When you are cleansed by the blood of Calvary, the Holy Spirit begins to prepare you for soul winning.

The apostle Paul asked certain disciples and believers, "Have ye received the Holy Ghost since ye believed? And they said unto him, We have not so much as heard whether there be any Holy Ghost" (Acts 19:2).

Why is receiving the Holy Spirit so vital?

It is essential because no one can be an effective witness without the Spirit's enabling power.

Friend, if you have never asked God to baptize you with the Holy Spirit, let me give you these simple steps:

Step One: You must acknowledge the death of Christ as the only and all-sufficient grounds for the pardon of your sin.

Step Two: You must confess and forsake all iniquity. When you ask the Lord to search your heart, He brings hidden sins to your attention so you can renounce them---no matter how entrenched they are in you. In order to receive the baptism of God's power, you must totally walk away from every sin.

Step Three: Ask the Lord to fill you with His Spirit according to Luke 11:13, "If ye then, being evil, know how to give good gifts unto your children: how much more shall your heavenly Father give the Holy Spirit to them that ask him?"
Step Two: You must confess and forsake all iniquity. When you ask the Lord to search your heart, He brings hidden sins to your attention so you can renounce them---no matter how entrenched they are in you. In order to receive the baptism of God's power, you must totally walk away from every sin.

Step Three: Ask the Lord to fill you with His Spirit according to Luke 11:13, "If ye then, being evil, know how to give good gifts unto your children: how much more shall your heavenly Father give the Holy Spirit to them that ask him?"

Step Four: Receive the empowerment of the Holy Spirit in faith. Jesus declares, "What things soever ye desire, when ye pray, believe that ye receive them, and ye shall have them" (Mark 11:24).

Step Five: Surrender completely to the Spirit as you yield your whole body to Him. "Let not sin therefore reign in your mortal body, that ye should obey it in the lusts thereof. Neither yield ye your member as instruments of unrighteousness unto sin: but yield yourselves unto God, as those that are alive from the dead, and your members as instruments of righteousness unto God" (Romans 6:12-13).

God's Word tells us that once the disciples in Ephesus received the touch of the Holy Spirit, a glorious spiritual move began, and many came to Christ: "So mightily grew the word of God and prevailed" (Acts 19:20).

Do you truly desire to bring people to Christ? If so, you must be ready and willing to receive the power of the Holy Spirit. It's the secret to soul winning.

By : Benny Hin.

http://bennyhinn.org/


Read More...... Read More......